lundi 8 octobre 2012

The Border

Banyak yang bilang, namanya persahabatan itu nggak dibatasin sama apapun. Apalagi kalau temenannya udah bertahun-tahun. I thought so. Tapi nggak berlaku untuk saya deh kayanya. Saya yang pada dasarnya gampang ngambek, memang nggak cocok temenan sama orang yang ngomongnya kaya silet.

Saya ini orang yang sangat moody. Ketika saya mendapati diri saya cranky di pagi hari, itu bisa amat sangat merusak hubungan saya dengan seseorang. Seperti kejadian hari ini. Pagi-pagi saya bangun dengan emosi yang meledak-ledak karena saya kesiangan, ditambah lagi teman saya pagi-pagi sudah berkali-kali bilang, "aduh, pusing", "aduh, stress", "aduh, bt". Dan berhubung saya bukanlah teman yang pengertian, bukannya bantu menenangkan teman saya, saya malah jadi emosi sendiri. Saya juga sebel saya kesiangan, saya sebel kerjaan saya belum selesai, saya pusing kerjaan saya numpuk, dan saya lagi nggak pengen diajak diskusi apalagi menenangkan orang. Jangankan menenangkan orang lain, saya aja nggak bisa menenangkan diri saya sendiri. Dari akumulasi itu semua, ketika temen saya minta saran (yang sebenernya bukan bener-bener meminta saran, melainkan cuma minta ditenangin) saya malah dengan seenaknya bilang saya nggak mau tau karena saya sudah resign jadi manager grup yang lagi dia pusingin itu. Meledaklah teman saya ini, saya nggak terima juga disalahin. Biarin aja, saya lagi pengen egois kok. I love to accommodate sih, tapi at some point saya pengen saya yang di-accommodate, atau kalo nggak di-accommodate, diem aja urusin urusan masing-masing. Jangan saling rely on ke yang lain.

Tapi, karena tadi posisinya baik saya ataupun teman saya sama-sama pengen di-accommodate, jadinya malah berantem, dan saya nggak terima disalahin, saya ngambek, dia kesel, berantem. Dan, HP saya diambil sama dia (lho kok nyambung ke sini hahaha). Tapi intinya masalah nggak selesai. Tapi berhubung sekarang saya udah tenang, jadi bisa berpikir jernih sih. Habis ini mau ketemuan sama teman saya, mau ngomongin ini baik-baik. Dan tetep mengundurkan diri dari posisi manager. Saya makin yakin kalo status "manager" itu malah jadi batasan antara pertemanan saya sama dia dan profesionalitas dia sebagai entertainer. Lesson learned adalah, lebih baik saya bantu-bantu aja tanpa jadi manager ataupun music director.

mardi 14 août 2012

Petualangan The 'Cheap Labor' - First 3 Months

Hai anak sapi muncul dengan cerita baru, kakaaaa! (Apa sih, Pi??)

Sejak November 2011 yang lalu, saya memulai petualangan saya di Jakarta. Ibu Kota itu ternyata berat, Sobat! Kalau saya buat timeline selama tujuh bulan ini saya di Jakarta, mungkin kurang lebih seperti ini:

  • 3 Bulan Pertama: Adaptasi
  • Bulan ke 4-6: Mencoba menikmati
  • Bulan ketujuh: Mana kehidupan saya?
Kalau saya nulis kaya gini, mungkin kesannya saya berlebihan, drama, nggak bisa bersyukur, susah beradaptasi. Tapi, untuk saya memang seberat itu lah Jakarta jika dibandingkan dengan Bandung. Mari kita intip timeline saya satu per satu.

Di tiga bulan pertama saya di Jakarta memang benar-benar masa adaptasi. Terlalu banyak hal baru dimulai ketika saya (sok) memantapkan diri saya untuk meninggalkan Bandung dan dunia yang saya cinta ke Jakarta untuk meniti karir. Satu hal yang pasti adalah saya harus menyesuaikan diri dengan cuaca. Yes, cuaca. Simple tapi penting untuk saya yang sudah 21 tahun hidup di Bandung yang adem. Walaupun banyak orang yang mulai protes kalau Bandung sudah nggak se-sejuk dulu (kalau dipikir-pikir, ngapain pada protes sih? Salah siapa coba Bandung jadi nggak se-sejuk dulu? Ya salah kita semua lah), tapi tetep aja dibandingin sama Jakarta, Bandung is still heavenly comfortable. Saya masih bisa kok hidup tanpa AC di Kota Bandung. Tapi ketika saya sok kuat dan nekat tinggal di kos-kosan tanpa AC, rasanya saya mau mati dehidrasi. Bahkan nggak sedikit orang nggak percaya kalo saya bener-bener tinggal di kosan tanpa AC. Kebanyakan dari mereka akan komentar, "Jeng? Are you insane? Living in Jakarta without AC and you come from Bandung? You must be out of your mind." Saya sih cuma sok tabah dan sok kuat sambil sok mengangguk mantap, "Not that bad, kok." Padahal setiap kali sampai kosan saya cranky setengah mati gara-gara kepanasan.

Selain cuaca, saya juga harus menyesuaikan diri dengan tingkah polah orang Jakarta. Saya selalu mencoba untuk nggak men-generalized orang berdasarkan daerah. Tapi, coba deh jawab pertanyaan saya dengan jujur, kamu suka curiga nggak sih sama orang-orang di sekeliling kamu ketika di dalam Bus Trans Jakarta? Kalau kamu pulang malem, seandainya memang ada duit pasti lebih milih naik taksi kan daripada naik angkot? Selain karena merasa lebih nyaman naik taksi, pasti kamu juga ngerasa jauh lebih aman naik taksi dari pada naik angkot atau bus atau Trans Jakarta, kan? Ya begitulah, sejak saya di Jakarta saya jadi lebih su'udzon. Mungkin karena memang Jakarta terkenal dengan kriminalitas tinggi kali ya, dan orang-orang di Jakarta kebanyakan orang-orang stress, jadi nggak begitu ramah. Yes, peeps, mereka stress. Coba aja kamu bayangin jadi orang yang hidup di Jakarta. Berangkat dari rumah ke kantor kena macet. Stress. Sampai kantor dan mulai kerja. Stress. Pulang kantor ke rumah kena macet lagi. Stress. Gila, kapan bahagianya coba orang-orang itu. Makanya kebanyakan dari mereka lupa basa-basi, atau try being nice. Udah sumpek sepertinya. Mereka juga selalu dikejar-kejar waktu sehingga kadang kalau kita butuh bantuan di mana orang-orangnya nggak kita kenal, mereka bantuin cuma ala kadarnya. Jarang banget ada orang yang berhenti jalan agak lama ketika ada sesorang yang nanya. Sekalipun mereka berhenti, liat deh arah kakinya. Nggak menghadap orang yang lagi nanya. Basically, cuma kepalanya yang nengok dan badannya agak dimiringin sedikit. Kalau seandainya bisa ngomong sambil terus jalan, ya itulah yang bakalan dilakuin.

Saya juga nggak kuat macetnya Jakarta. Saya orangnya sebenernya cukup pengen tau banyak hal sih. Walaupun cuma sedikit, jiwa adventurer saya tetep ada kok. Tapi dengan load kerjaan saya ditambah lagi macetnya Jakarta bikin waktu saya kebuang di Jalan, yang ada saya tambah stress. Padahal kan niat saya jalan-jalan untuk melepas penat. Memang paling bener untuk melepas penat itu di Bandung sih. Macetnya masih masuk akal dan bisa banget diperkirain kapan.

Dan yang paling susah untuk adaptasi adalah Dunia Kerja! Background saya kuliah Hubungan Internasional di FISIP UNPAR. Kayanya nggak sedikit orang yang tau betapa surgawinya kuliah saya ini. Asal rajin baca dan punya daya analisis bagus, juga kritis, dijamin kamu survive. Kuliah bebas dalam artian bisa tuker-tuker kelas sesuka hati (well nggak berlaku untuk semua dosen sih). Kalau nggak bisa bangun pagi ya masuk kelas siang. Kalau siang pengen makan dulu ya masuk kelas sore. Kalau kelas sore males pengen jalan-jalan ya masuk kelas besok. Hahaha. Background saya yang lain adalah radio. Ya apalagi ini! Saya penyiar pula. Saya dibayar tiap jam siaran. Kalau nggak siaran ya nggak dibayar. As simple as that. Dari kehidupan sosial dan profesional saya yang biasa fleksibel dan nggak terlalu mengikat juga minim rutinitas berulang, masuk kantor itu susah banget untuk saya! Saya diharapkan untuk bisa kembali bangun pagi seperti manusia normal pada umumnya sementara saya terbiasa tidur pagi. Bingung nggak tuh badan saya dipaksa untuk adaptasi dalam tempo sesingkat-singkatnya. Terus, saya jadi punya office hour dari jam setengah sembilan pagi sampai jam setengah enam sore sementara saya manusia yang hidup suka-suka saya. Dan kerjaan saya adalah sales sementara background saya HI dan radio. Nggak nyambung sama sekali.

Semua hal baru yang tumpah tumblek jadi satu di atas bikin saya stress gila-gilaan. Apalagi saya tipe orang yang membandingkan diri saya sama orang lain. Dua teman kantor saya yang juga masuk barengan sama saya jauh lebih menegrti bidang kerjaan ini karena mereka emang minat dan suka. Sedangkan saya? Pokoknya 3 bulan pertama PR Banget deh, kakaaaa!

Udah ah, cape ngetik. Mau bobo. Istirahat. Lagi sakit.

mercredi 16 novembre 2011

Leaving You Soon

Status BBM ataupun status YM saya belakangan bunyinya "Leaving You Soon" dan status ini mancing orang buat bertanya-tanya, siapa sih yang bakalan saya tinggalin? Ditambah lagi tweets saya yang akhir-akhir ini berbau-bau jatuh cinta, manja, dan pengen disayang. Padahal, kenyataannya... I've been single for more than three years and haven't found any guy that qualified enough to be mine (songong!). Ya, emang sih saya lagi punya banyak banget fling, but it doesn't mean I'm in love nor I've found Mr.Right. Seneng aja soalnya banyak kecengan sama dengan banyak penyemangat! Bener nggak?

Well, kembali ke judul saya, "Leaving You Soon". Apa sih yang bakalan saya tinggalin? Banyak!!! Dan saya sedih banget banget banget. Hmm, ninggalin masa-masa kuliah sih udah jelas ya secara saya emang udah wisuda. Terus apalagi yang bakal saya tinggalin? Here they are:

1. Bandung
This might be the hardest path of my life. Leaving a city that I've been living in for 21 years. I love the environment, the people, the atmosphere, the foods, etc. Everything about Bandung is simply amazing and comfortable. Mungkin karena saya emang dari lahir selalu tinggal di Bandung, jadi ninggalin Bandung adalah sesuatu yang berat banget untuk saya. Apalagi kalo inget betapa chill dan cozynya Bandung (kecuali macet di setiap weekend) ditambah lagi saya pindahnya ke Jakarta, kota yang selama ini selalu saya cap sebagai kota yang nggak asik, panas, nggak ramah, macet selalu, dan banyak penilaian negatif saya tentang jakarta. Pokoknya Jakarta itu ada di list paling bawah kota untuk jadi tempat tinggal. Dan sekarang, saya ngerasa kemakan omongan sendiri karena bulan ini saya bakalan mulai kerja di Jakarta! Sampai ketemu seminggu sekali, Bandung...

2. ARDAN Radio
Sebenernya dengan ninggalin Bandung, itu berarti saya bakalan ninggalin banyak hal lainnya yang saya dapat, saya punya, dan saya suka di sini, salah satunya adalah ninggalin ARDAN Radio. Saya inget banget lho perjuangan saya masuk radio anak muda nomor satu di Bandung ini. Nangis-nangis ditengah-tengah skripsi dan training karena bingung banget bagi waktu antara ngejar deadline skripsi dan jadwal training ARDAN yang padat. Belum lagi begadang untuk mixing lagu jam 2 sampai jam 4, taping dan evaluasi, juga siaran jam 2-4 pagi, sampai akhirnya saya keterima untuk jadi penyiar di radio kondang ini! Cape pasti, stress iya, tapi feeling ngerasa berhasil dapetin hal yang udah saya mimpi-mimpiin dari SMP ngalahin semuanya. Senengnya nggak karuan, tapi sekarang saya udah harus resign dari ARDAN karena saya harus pindah ke Jakarta. Rasanya? Sedih. Banget.

3. Weird Girls
Haha, they're gonna kill me if they read this post and knowing I labeled them as 'weird girls'. But as matter a fact, that's true! Saya punya lima orang teman perempuan yang beda satu angkatan di bawah saya (means, mereka angkatan 2008) namanya Ge, Niken, Mitri, Boli, Abi. Mereka tuh kocak banget, asik banget, baik banget, lucu banget, gila banget, gatau deh gimana caranya ngedeskripsiin mereka. Sejak lulus dari UNPAR, karena temen-temen 2007 udah pada pergi dari Bandung, saya jadi sering main sama bocah-bocah 2008 ini. Mereka nyenengiiiinn bangeeeett!! Seneng deh pokoknya bisa kenal sama mereka. Dan, waktu saya dapet kabar kalo saya bakalan kerja di Jakarta, salah satu hal pertama yang popped-up di kepala saya adalah: "Gue bakal pisah sama anak-anak ini deh... I'm gonna miss them."

Haahahaha, pasti kamu nemuin satu kejanggalan, deh. Sapi, lo ga akan kangen sama rumah lo? Hahahahaha, nggak tau yaaaa... Tapi, sejak saya skripsian, saya emang jarang pulang. Saya lebih prefer skripsian di kosan temen saya dan saya tinggal bareng temen saya selama 2-3 bulan sampai akhirnya skripsi saya selesai (bahkan setelah selesai, masih nginep-nginep aja tuh). Dan, saya emang bukan tipe orang rumahan. Jadi, saya belom yakin sih bakalan kangen rumah atau nggak. Hehehe.

Ngga kangen the idiots? Temen kosan? Temen nyekripsi? Kangennya udah lewat woy!! I missed 'em already! Tapi good newsnya adalah, temen-temen saya emang kebanyakan asalnya di Jakarta. Jadi kita masih bakalan sering ketemuu! Yippie!

Ngga kangen orang tua, Sap? Hmmm, gimana ya? Saya juga udah biasa pisah sama orang tua saya. Baru dua tahun belakangan ini aja saya satu rumah lagi sama orang tua saya setelah kira-kira sebelas tahun saya pisan sama mereka. Jadi, karena emang udah biasa nggak ada orang tua di rumah, saya belom bisa kangen sama orang tua saya. Hehehe.

Ngga kangen kucing lo? Lo kan sayang kucing. Saya sayang banget sama Atta. Tapi, berhubung Atta udah ilang, nggak ada kucing lain yang ngangenin. Nggak ada kucing lain yang se-sweet Atta...

Well, udah ah... Saya lagi sedih banget aja harus ninggalin hal-hal ini segera... Semoga aja langkah saya nggak salah... Amiin!

dimanche 30 octobre 2011

Just Recovered!

Recovered apaaa pula, sapi?? Cuma sakit kepala yang berlebihan aja kok. Well, sedikit pesen buat kamu yang padat kegiatan, ISTIRAHAT YANG CUKUP! Serius lho nih saya. Jarang-jarang kan saya serius. Soalnya saya habis merasakan badan nge-drop.

Aktivitas padat karya (cailah!) saya dimulai dari hari Kamis, ketika saya ngeMC di UNISBA dari jam 9 sampai jam 4, dilanjut dateng ke acara Halloween URS, lalu mengganggu teman yang ulang tahun, habis itu siaran sampe jam 2 pagi, terus bantuin temen bikin tugas, habis itu pulang ke rumah ada sesuatu yang mengejutkan sampe bikin nggak bisa tidur sama sekali, dan jam 8 udah harus ngeMC lagi di UNISBA sampai jam 5 sore. Sampe rumah jam 6 sore, rasanya badan remuk banget banget banget. Akhirnya saya tidur jam 9 malem, karena rencananya hari Sabtu jam 5 pagi saya mau ke Jakarta. Jam 5, papa bangunin saya ngasih tau udah jam 5, saya disuruh cepet-cepet mandi biar bisa langsung cuss ke Jakarta. Tapi, pas saya mulai sadar dari tidur kok saya ngerasa kepala saya kaya lagi ditendang-tendang sama orang?? Saking sakitnya kepala, saya sampe gabisa buka mata! Ini pusing terdahsyat yang pernah saya dapet!

Saya baru bisa buka mata sekitar jam 1 siang. Tapi, itupun kepalanya masih sakit banget. Jam 3 sore, saya baru bisa bales SMS atau BBM orang-orang yang udah ngantri di BB saya (macam artis aja ya gue? banyak yang ngehubungin). Jam 4 sore makan bubur ayam dan kembali tiduran. Jam 8 malem makan bubur bayi dilanjut minum paracetamol dan akhirnya sekarang saya udah ga sakit sama sekaliii!! Tapi, jadi belom bisa tidur jam segini, padahal besok pagi harus cabut ke Jakarta (again?).

Hahahaha, saya ini anak sehat ya? Sakitnya nggak pernah lama! ;)

mardi 25 octobre 2011

Hewan Pendendam

Hari ini saya nonton On The Spot yang ngebahas 7 hewan pendendam. Ada gagak, ular kobra, babi hutan, anjing chow-chow, komodo, simpanse, dan kumbang epomisman. Intinya adalah, hewan-hewan ini bakalan bales dendam ke manusia atau makhluk hidup lain yang pernah nyakitin dia atau kawanannya. Dan, dendam itu bertahan lama sampai bertahun-tahun, bahkan burung gagak bisa 'mewariskan' rasa dendam dia ke anak-cucunya!

Pas saya lagi nonton itu, yang ada di benak saya adalah: "Oh, well... Have you met my cats? Atta and Sachi?". Dua kucing kesayangan saya ini pendendam luar biasa! Mereka bakalan benci saya dalam jangka waktu yang cukup lama kalau saya ngelakuin hal-hal yang nggak mereka suka seperti nyuapin obat ke mereka atau marahin mereka. Bentuk bales dendamnya macem-macem sih. Nyakar? Pasti. Gigit? Iya. Tapi, itu sih nggak kenapa-napa. Yang paling saya benci adalah kalau mereka balas dendamnya dengan cara PUP DI KAMAR atau PUP DI SELIMUT saya!!!! Setiap kali mereka bales dendam pake cara itu, saya jadi benci maksimal ke dua kucing persia berkelakuan kampung itu!!!

Dan, barusan aja... Saya marahin Sachi gara-gara anak-anaknya dibiarin nge-gigitin boneka saya. Bukannya pelit ke anak-anak kucing yang umurnya baru sekitar satu bulanan, tapi mereka udah punya mainan, kenapa mesti gigitin boneka saya juga? Pas saya marahin, Sachi diem aja dengan tampang jutek a la kucing persia. Habis marahin Sachi, saya ke kamar mandi untuk pup. Agak lama sih saya di kamar mandi. Pas saya balik ke kamar.... WATDEFAK!!!!! Udah ada segunung tai anget di kamar saya!!!! Untung ngga di selimut!!! Dan Sachi duduk beberapa centimeter dari tai anget itu sambil ngeliatin saya seolah-olah ngomong: "Mampus lo! Gue kasih tai nih! Siapa suruh marahin gue!". Saya kesel banget!! Saya langsung ambil perlengkapan bersihin tai sambil marah-marah. Pas saya jongkok buat bersihin tai, si Sachi melengos dengan sombongnya sambil ngibasin ekornya pas di depan muka saya! PUCK YOU!

Lagi asik bersihin tainya Sachi, ada dua bocah tengil bernama Iy dan Dey yang merupakan hasil perkawinan Sachi dan Remi mengendap-endap masuk ke kamar. Saya cuekin aja karena saya lagi asik bersihin tai mama mereka (sumpah, bersihin tai tuh ga ada asik-asiknya!!). Setelah lantai kamar saya mengkilap dan harum lagi, dua bocah tengil itu mengendap-endap keluar lagi. Mencurigakan. Jangan-jangan mereka dihasut Sachi untuk ngerjain gue... Dan... BENER DONG!!!! Pas saya berdiri, beberapa centimeter di belakang kaki saya, ada dua tai anget yang kecil-kecil (ya sesuai dengan pantat mereka yang masih kecil, tai mereka juga kecil-kecil)!!! MATHAFAKAH!! Bener-bener ya! Sachi nyuruh anak-anaknya pup di kamar saya!!! Nyebelin!!!

lundi 24 octobre 2011

Morning Show

Setelah minggu kemarin gue kebagian siaran pagi sendirian gara-gara anak sekolah yang harusnya gue temenin nggak dateng, akhirnya hari ini gue nggak siaran sendiri!! Yeaaayy!! Gue siaran School and Lovely Show (disingkat jadi SLS) dari jam 5 sampai jam 6 pagi ditemenin sama Nadiya, anak SMP 22 yang cantik dan sangat baik.

So, siaran berlangsung dengan lancar. Nadiya anaknya asik dan menyenangkan. Walopun belibet ngomong dan bacain request pas 30 menit di awal siaran, setelah itu dia lancar dan nyamber! Dipancing sedikit, ngomongnya banyak. Intinya, tandem sama Nadiya nggak susah.

Setelah selesai siaran, seperti minggu kemaren saya nonton TV sambil dengerin siarannya Utin dan Magi. Mereka berdua emang klop banget deh kalo siaran pagi. Sebenernya, saya mulai nge-fans sih sama Utin gyahahaha. Ini aneh menurut saya! Kebanyakan orang, ngefans sejak sebelom kenal sama Utin tapi saya setelah mulai kenal sama Utin baru mulai ngefans. Dan, akhirnya saya ngerasain bubur ayam (yang katanya enak banget) yang jualan di Jalan Jurang (belakang ARDAN). Emang enak ternyata, tapi porsinya kebanyakan untuk saya (next time, pesen setengah porsi aja deh). Sambil makan bubur ayam enak, saya, MagiUtin, dan Dika (produser) nonton "Si Doel". Kamu tau rasanya menikmati pagi kaya gitu? HEAVEN!! Hahaha, berlebihan memang. Tapi, emang enjoyable buat saya yang biasanya cuma bisa menikmati kehidupan malam (bukan, bukan dugem tapi melek di malam hari dan tidur di pagi hari). Dan, ada satu hal yang saya sadari di siaran pagi kali ini: Bangun pagi itu bisa bikin hidup kamu sehat lho! Apalagi untuk orang-orang seperti saya. Coba kita breakdown ya...

1. Bangun Pagi = Mandi Pagi.

Mungkin ga berlaku untuk semua orang sih ya... Tapi, itu sangat berlaku untuk saya karena saya dari kecil selalu diwanti-wanti sama mama: "Nggak boleh keluar rumah kalo belom mandi!". Dan itu masih terpatri (cailah! terpatri!) dalam otak saya sampai sekarang walaupun sempet nggak berlaku sewaktu saya kuliah semester 7 dan 8 (sempet ga mandi beberapa kali tuh gara-gara prakdip dan skripsi). Tapi, setelah saya selesai kuliah, kebiasaan ini kembali lagi. Saya nggak akan keluar rumah sebelum saya mandi termasuk kalau siaran pagi. Saya harus mandi dulu sebelum siaran pagi. Dan ternyata, mandi pagi itu sehat lho karena bisa melancarkan peredaran darah, meningkatkan sel darah putih, nurunin resiko darah tinggi, meningkatkan kesuburan *winkwink*, bikin kulit dan kuku jadi bagus, nyehatin rambut, dan juga bisa ngilangin stress! Amazing nggak tuh?

2. Siaran Pagi = Minum Air di Pagi Hari

Saya selalu dipesenin sama penyiar-penyiar kondang yang saya kenal untuk minum air putih sebelum siaran biar suaranya bagus! Apalagi kalo kamu siaran pagi. Berbekal petuah itu (ada apa sih dengan gue??? Nampak tua bahasanya hari ini!), saya jadi rajin minum air putih di pagi hari. Kalau nggak siaran, biasanya saya baru minum air putih pas makan siang! Hahahaha! Dan, (lagi-lagi) ternyata minum air putih di pagi hari tuh bermanfaat positif juga!!!! Jadi, kalo kamu minum air putih pagi-pagi atau pas bangun tidur, kamu dijamin pasti seger, bisa tambah cantik/ganteng (mukanya tambah cerah), minum air pagi-pagi juga bisa ngebantu proses detoksifikasi badan kamu, dan bisa membantu mengurangi berat badan!

3. Selesai Siaran Pagi = Sarapan

Saya orangnya ga pernah sarapan kecuali laper atau kepaksa. Kalo siaran pagi, bawaannya jadi pengen makan. So, I always have my breakfast after the morning show! Yeay! Dan saya rasa, kamu udah tau lah ya fakta kalo sarapan tuh emang bagus untuk kamu seperti ngasih asupan energi untuk sepanjang hari, ningkatin konsentrasi, ngilangin rasa lapar berlebih sepanjang hari, dan lain-lain.


Begitu deeeeeh! Sayangnya hidup saya tetep kurang sehat karena setiap siaran pagi, itu berarti saya cuma bisa tidur maksimal 4 jam. Ya, ya, ya saya kebiasan tidur di atas jam 12. Syukur-syukur saya bisa tidur jam 12 dan bangun jam 4 (berarti bisa tidur empat jam), tapi kalo kaya tadi saya baru tidur jam 2 dan harus bangun jam 3 (ditambah kena omel sama temen saya yang lagi di Jerman gara-gara YM dan skype saya error ditambah dengan BBM yang delay!), berarti saya cuma tidur satu jam! Hasilnya ya sakit kepala sepanjang hari! Hahahaha. Tapi kalo saya terus kebagian siaran pagi, saya yakin sih lama-lama saya bisa hidup sehat! HELL YEAH, BABY!!! (apa sih, sapi???)

Oh iya! Sekalian deh, kalo kamu mau dengerin siaran saya boleh lho! Saya siaran setiap hari Senin jam 5.00 sampai 6.00 pagi dan hari Jumat jam 00.00 sampai jam 02.00 dini hari. Cara dengerinnya bisa langsung streaming lewat websitenya radio ardan atau kalo kamu pake Blackberry, bisa download nux radio atau aplikasi ARDAN Radio di Blackberry Application World! Kalo kamu pake Android, kamu juga bisa dengerin pake TuneIn Radio!! (Kenapa jadi promo??? Hahahaha). Dengerin saya siaran yaaaa!


dimanche 23 octobre 2011

Guilty Pleasure

Semua orang pasti punya guilty pleasure deh, dalam bentuk apapun. Kalau ada yang belum ngeh, guilty pleasure itu adalah perasaan bersalah ketika kamu suka sama (atau menikmati) sesuatu. Biasanya sih perasaan bersalahnya ini lebih ke malu atau takut kalo orang lain tau, bukan perasaan bersalah karena dosa.

Boleh lah ya saya cerita dikit tentang guilty pleasure saya.

1. Saya Suka Cherrybelle
Saya cuma berani bilang saya suka Cherrybelle kalo lawan bicara saya juga udah ngaku dia suka Cherrybelle. Kenapa Cherrybelle alias ChiBi ini masuk ke list guilty pleasure saya? Karena saya nggak pernah suka girlband ataupun boyband Indonesia soalnya mereka malu-maluin. Suara nggak bagus, dance nggak kompak, stylenya ngikutin korea banget tapi seringnya fail (yang cowo keliatan gay, yang cewe keliatan norak). Tapi, saya suka Cherrybelle!!! Saya suka lagu-lagu mereka, saya suka karena mereka nge-dancenya rapi, suaranya juga bagus kok, dan mereka imut (walaupun kadang keliatannya sok imut dan niru Girls' Generation), tapi overall, nggak malu-maluin lah sebagai girlband Indonesia. Pendeknya, menurut saya mereka berkualitas kok.

2. Saya Suka Marah-Marah di Social Media / Social Networking

Saya suka sebel sama orang-orang yang kerjaannya marah-marah atau curhat di twitter, status facebook, bahkan status BBM! Kadang pengen ngomong ke mereka, "Aduh, nggak semua orang harus tau tentang kesedihan / kekesalan / kegalauan lo kali!!!" Tapi, tetep aja, pas giliran saya kesel atau sedih atau galau, nggak jarang saya ngetweet untuk ngungkapin apa yang lagi saya rasain. Rasanya? Plong sih, berasa orang lain yang baca itu jadi temen curhat saya. Tapi, setelah beberapa lama, saya sadar dan malu sendiri. Damn!! Saya ngata-ngatain orang yang curhat di twitter tuh labil, tapi ternyata saya sendiri juga gitu! Hahaha. Yaudah lah ya...

3. Saya Suka Update Tentang Blackberry dan (Kadang) Pengen Beli Blackberry Keluaran Terbaru

Iya, saya emang pake Blackberry. Tapi, dari awal saya beli Blackberry bukan karena saya pengen gaul, tapi karena handphone Sony Ericsson P990i saya udah rusak, dan satu-satunya handphone yang nganggur adalah Blackberry Huron 8830 World Edition. Menurut saya pake Blackberry itu ribet dan langganannya mahal. Tapi setahun kemudian ketika udah banyak pengguna Blackberry, muncullah Blackberry Gemini 8520 White. Wah! Warnanya putih, cocok sama Macbook saya, maka saya beli Blackberry Gemini 8520 White. Tapi, tetep aja saya ngerasa pakai Blackberry itu mahal dan ribet. Sampai akhirnya saya sekarang kerja di tempat yang semua orang pake Blackberry dan semua info dateng dari BBM, atau Broadcast Message, atau Group BBM. Dan, Blackberry Gemini yang baru saya pakai selama 1 tahun 7 bulan ini sudah menunjukkan gejala lemotisme. Sejak itu, saya jadi sering browsing tentang Blackberry keluaran baru seperti Onyx 9700, Onyx II 9780, Bold 9900 (Dakota), Torch 9800, Torch 9810, Torch 9860, Curve 9370, dan lain-lain. Dan, karena saya sekarang sudah terjerembab dalam jurang yang bertuliskan "BUTUH Blackberry", saya berpikir untuk ganti Blackberry Gemini saya dengan salah satu deretan Blackberry terbaru tadi!!! Padahal, selama ini saya selalu bilang, "Ah, ngapain ganti Blackberry pake Blackberry lagi. Mending ganti iPhone atau Android!"

Ya, begitulah guilty pleasure saya. Yang saya inget sekarang ini cuma 3 memang. Tapi nanti kalau saya inget lagi, saya pasti update! Hahaha. Kalau kamu? Apa guilty pleasure kamu?